Next event in:

  • 00 Hari
  • 00 Jam
  • 00 Menit
  • 00 Detik

News

Milanisti Indonesia

Di Hari Jadi Milan Ke-118, Tim Futsal MI Basis Sumbawa Menjuarai Turnamen antar Fans Club 2017

Categories: Event,Umum

Kegembiraan menyelimuti wajah para suporter pada malam yang begitu penting bagi milanisti Sumbawa, kebisingan terompet supporter UIS tenggelam dalam gelombang suara chant merah hitam tifosi MIBS. Pada malam minggu (17/12) Tim futsal yang dinaungi Komunitas Milanisti Basis Sumbawa (MIBS) untuk pertama kali merajai tournament perdana pada kompetisi bergengsi LIGA FUTSAL ANTAR FANS CLUB sepakbola dunia. Tournament yang diprakarsai salah satu fans Intermilan Sumbawa (Nerazura) itu menyedot perhatian berbagai kalangan terutama pencinta futsal di daerah Sumbawa. Bahkan hampir sebagian besar kursi tribun penonton di penuhi oleh para supporter masing-masing pendukung club kesayangan.

Acara yang bergulir semenjak tanggal 8,9,15,16 dan puncaknya tanggal 17 Desember 2017 itu seakan menutup riuh rendah suara lainnya dan hanya menyisakan gegap gempita di Gedung Olahraga Mampis Rungan Sumbawa. Cahaya lampu lokasi pertandingan seakan membanjiri team yang berlaga dengan penuh dedikasi. Dukungan supporter layaknya gelombang suara berfrekuensi tinggi, hingga membakar semangat para pemain di bangku cadangan.

Peserta diikuti oleh UIS (united Indonesia Chapter Sumbawa), MIBS (Milanisti Basis Sumbawa), ICI (Inter Club Indonesia Sumbawa), AIS (Arsenal Indonesia Sumbawa), JCI (Juventus Club Indonesia), RCI (Roma Club Indonesia Sumbawa), PRMI (Real Madrid Indonesia Sumbawa) dan Road to CISC Sumbawa (Chelsea).

Setelah melalui babak yang cukup melelahkan di fase group dimana setiap team saling bertemu, keluar sebagai finalis yakni team futsal UIS perwakilan dari group A bertemu dengan pemenang dari group B yakni team futsal MIBS. Pada partai final tersebut seakan mempertemukan dua klub sesungguhnya yakni Manchester United dan AC MILAN di perhelatan liga Champion Eropa. Terlebih lagi kedua team sama-sama berjuluk Setan Merah merangsang loyalitas para supporter masing-masing team. UIS dengan terompetnya sedang MIBS dengan Chant uniknya tak kalah mengiringi jalannya pertandingan malam itu.

Sudah tidak dapat dipungkiri, puncak pada pertandingan kedua team menoreh cerita yang heroik dan penuh perjuangan. Baku hantam dan saling jual beli serangan sudah terjadi di awal-awal babak pertama. Team UIS dibawah komando kapten Simon memberikan tekanan serius di jantung pertahanan team MIBS yang berisi kombinasi pemain junior dan senior berpengalaman se Sumbawa. Berawal dari kemelut di wilayah pertahan MIBS, penjaga gawang MIBS (Aji Budiman) tidak mampu menghalau tendangan dari bola liar yang dilesakkan sehingga memberikan kesempatan mudah bagi penyerang UIS (Raka) untuk membubuhkan gol pembuka UIS, 1-0 untuk UIS hingga berakhirnya babak pertama.

Tampak supporter MIBS merundung duka atas gol semata wayang UIS di babak pertama yang tidak disadari oleh pemain belakang, tanpa sedikitpun merenggangkan dukungan terhadap team kesayangan di jeda istirahat tetap menyanyikan chant-chant maut untuk mengangkat moral saudara merah hitam yang sedang melantai.

Masuk babak kedua, pasukan kembali menerima petaka setelah rentetan gempuran Red Army UIS memaksa penjaga gawang Aji Budiman memungut bola di jaring gawang. Sepakan pojok sebelah kanan dari pemain UIS mengenai punggung pemain jangkar (Nanang) dan memantul tanpa di sadari oleh penjaga gawang Aji melalui sisi kanan tak terkawal, gol 2-0 untuk UIS. Awan gelap menaungi para supporter dan pemain MIBS di lapangan.

Menyadari hal itu, MIBS secara keseluruhan tidak boleh membiarkan kegelapan menutup rasa optimis untuk menyelesaikan pertandingan dengan kepala tegap. Situasi berbalik mengancam pasukan UIS, para supporter semakin menggila menuntut sebuah kemenangan harus dibawa pulang. Chant demi chant silih berganti di teriakkan oleh jendral Joey (ketua supporter garis keras Ultras MIBS) guna membangkitkan semangat dan loyalitas teman-teman di tribun penonton. Kemelut demi kemelut terjadi di muka gawang UIS, sehingga satu kesempatan bola liar disambar oleh salah satu pemain bintang MIBS (Randy Simon) yang mengenai mistar atas gawang bagian kanan dalam yang dianulir oleh wasit karena dianggap tidak sah. Protes diajukan oleh semua pemain MIBS, tak terkecuali kapten team MIBS (Nanang) beserta para supporter yang bersorak sorai menanggapi keputusan wasit yang di anggap berat sebelah. Bahkan protes dari MIBS berbuah kartu kuning bagi Randy Simon yang kembali di anggap berlebihan memprotes wasit.

Keputusan wasit sudah bulat dan tak bisa di ganggu gugat, semua pemain dan supporter menelan kenyataan pahit bahwa gol yang semestinya menjadi milik MIBS. Namun semakin pahit kenyataan yang diterima, semakin besar pula gelombang serangan yang dilancarkan para pemain. Berkali kali serangan yang dilepaskan, membuat para pemain UIS kewalahan dipertengahan babak kedua. Bermula dari akselerasi brilliant sang kapten menaklukkan para pemain bertahan UIS di depan garis pertahanan, tendangan keras kaki kiri pemain berpengalaman ini tak mampu dibendung penjaga gawang UIS (Rizki). 2-1 untuk MIBS memperkecil ketertinggalan, Chant supporter semakin keras.

Tak lama berselang gempuran setan merah italia julukan para fans untuk Milan semakin tajam, trisula yang ditancapkan melalui tendangan bola pojok memanfaatkan tembok penghalang yang di racik dengan baik oleh pemain flank (Dana) memuluskan pergerakan pemain flank lainnya (fikri) untuk mengeksekusi dengan spesialisasi kaki kirinya. Sambarannya yang tak terlihat dilepaskan tanpa ampun menembus jaring sebelah kiri gawang UIS. Skor 2-2 menyamakan kedudukan dan semakin menenggelamkan mentalitas pemain UIS di akhir-akhir babak kedua itu.

Tribun penonton goyang bergemuruh dipenuhi supporter MIBS, baik muda maupun tua tak mengenal lelah menyambut gol penyama kedudukan yang kembali membeli asa untuk merengkuh piala juara. Keadaan memanas para suporter seakan dingin kembali dengan kehadiran selebrasi cantik bak pemain professional yang di peragakan oleh fikri pemain berposisi flank berpengalaman yang telah melanglang buana di dunia futsal Sumbawa milik MIBS.

Hingga pada akhirnya 1 menit sebelum peluit di tiup oleh wasit, beberapa pemain MIBS membalik kapal perang UIS melalui kombinasi ciamik yang didahului oleh akselerasi Fikri melepaskan tendangan kaki kirinya yang keras mengenai tiang gawang sebelah kiri yang disambar dengan cepat oleh pemain bertalenta lainnya “Pippo ikhsan Milano” dengan sangat dingin. Sebuah penyelesaian berharga yang dicetak oleh pemain lincah ini. Dengan  Hasil akhir 2-3 untuk MIBS, tidak ada waktu lagi yang tersisa untuk kedua team. Seluruh supporter pendukung MIBS yang memerah hitamkan Tribun sedari awal berlompatan dan berlarian menuruni tribun bersama pemain merayakan kemenangan perdana perhelatan tournament liga futsal fans Club di tengah lapangan. “Forza Milan, ale ale ale Forza Milan ale ale” teriakan para tifosi setia MILAN /MIBS.

Kado yang besar bagi MIBS di hari jadi AC MILAN yang ke 118, sebuah makna sekaligus hadiah terindah buat Milanisti Sumbawa dengan mempersembahkan kemenangan di penghujung tahun dimana menjadi pemenang pertama dalam sebuah ajang pertandingan fans Club pertama yang diikuti oleh delapan fans club terbaik di tanah Samawa (Sumbawa).

Anniversary Milan!!!

(AbA)

editor : deni

Author: admin

Leave a Reply